Sabtu, 13 Februari 2016

Siapa Penemu Lampu?

Penemu Lampu

Bingung juga sih, masalah siapa penemu lampu ini hal sepele atau enggak ya? Bagi yang doyan baca aneka ilmu pengetahuan, tentu Anda tahu donk, siapa penemu lampu. Dia begitu populer. Amat sangat populer malahan.

Tapi buat Anda yang belum tahu, jangan khawatir, santai saja karena se.amatir.men akan menjawabnya. Malu bertanya hal-hal sepele? Klik aja sepele.

Okay, jadi ia lahir di Milan,Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februari 1847. Uniknya Ia keluar dari sekolah, karena selalu mendapat nilai yang buruk. Sempat juga berjualan koran dan permen, menjadi operator telegraf. Sampai akhirnya ia menjadi kepala mesin telegraf yang mengirimkan berita bisnis ke perusahaan-perusahaan di New York, Amerika.

Jadi, siapakah dia? Yah, Benar Thomas Alva Edison, sang penemu lampu. Thomas Alva Edison adalah penemu yang produktif loh. Pada tahun 1870, ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik dari mesin yang sudah ada. Kemudian, pada tahun 1877 ia menemukan Gramafon.

Dua tahun setelahnya (1879), ia berhasil menemukan lampu listrik dan proyektor. Penemu lampu ini kemudian memasang lampu-lampu hasil penemuannya di jalan dan rumah-rumah sekitar 1KM di New York. Lalu mendirikan perusahaan tahun 1890 dengan nama General Electric.

Perjuangan Thomas Alva Edison dalam menemukan lampu sangat terkenal. Thomas banyak mengalami kegagalan dalam proses pencariannya menemukan lampu listris. Coba kalian bayangkan pada masa itu betapa mustahilnya suatu benda dapat menyala dengan listrik, sementara sumber cahaya ketika gelap masih menggunakan sumbu minyak dan lilin.

Kegagalan adalah makanan selama hidupnya, dalam prosesnya ia mengalami kegagalan yang jika dialami manusia lain pasti akan menyerah. Konon percobaannya yang keseribu yang membuatnya berhasil menemukan bola lampu. Dunia kini terang olehnya.

Sebagai seorang penemu dan pebisnis, Thomas mengalami lika liku hidup yang unik. Dianggap idiot dan menjadi buruh kasar pun dilalui dalam hidupnya. Ia juga sempat mengalami bencana kebakaran yang akhirnya membuatnya meminjam sejumlah uang dan menanggung hutang yang besar.

Tapi kegigihannya membuat ia berhasil. Kita harus mencontoh keuletannya dan tekadnya yang kuat. Edison pernah berpesan, bahwa ketika kita berhenti, berarti kita sudah menyianyiakan keberhasilan yang sebentar lagi akan diraihnya.

Semoga artikel ini dapat memberi motivasi bagi kalian para pembaca. Hidup memang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi, ketika kita bercita-cita dan mencoba mendekat pada cita-cita tersebut, percayalah sang cita-cita sedang mendekati kita juga.