Kamis, 17 Maret 2016

Apa itu Autis?

Apa itu Autis

Pernahkah melihat anak dengan sikap yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri? Sikap ini adalah Autis/Autisme. 

Apa itu autis? Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi. Ciri Anak Autis mulai terlihat sebelum anak-anak berumur tiga tahun.

Autisme adalah gangguan otak yang membuat penderitanya sulit berinteraksi/berkomunikasi. 

Penyebabnya adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. 

Gejala auits dapat berbeda-beda, ada yang hiperaktif, agresif, pasif, bahkan ad ayang menyakiti diri. Sulit memang, terkadang anak menangis, tertawa, dan marah-marah. Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan. 

Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya, Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang, Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Autisme dapat terjadi pada siapa saja. Tidak ada diskriminasi bagi mereka yang autis. Tidak semua memiliki IQ yang rendah, bahkan dapat sekolah sampai kuliah. 

Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. 

Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat karena belum ada pusat registrasi untuk autisme.

Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. autisme bukan terpengaruh dengan pola asuh yang salah. Penelutianpun lebih menekankan pada kelainan biologis dan neurologis otak, faktor genetik dan gangguan kekebalan. 

Setelah kita mengetahui apa itu autis, hendaknya kita tidak boleh mencemooh orang dengan sebutan tersebut. Sempat populer di Indonesia, mencemooh orang yang sedang serius atau melakukan sesuatu tanpa memperdulikan orang lain, dikatakan autis. 

Padahal orang tersebut tidak memiliki kelainan otak. Jika kepada orang yang normal tidak boleh mengatakan tersebut, maka kepada penderita hendaknya tidak dilakukan pula. Karena dapat menyakiti hati orang tua dan keluarga penderita. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca.