Apa itu Demensia?

Apa itu Demensia?

Jika seseorang memiliki keterbatasan dalam mengingat, bukan mengingat hal-hal yang sudah lama terjadi, tapi hal yang baru saja. Atau lupa pada identitas diri sendiri! Nah loh.. 

Yang kebanyakan nonton 'Meteor Garden' mungkin akan mengatakan lupa ingatan gara-gara tabrakan, atau kebentur kepalanya, tapi ini adalah penyakit, guys! Penyakit yang menyerang kemampuan berpikir kita, yang sejatinya menunjang kehidupan sehari hari kita.

Penyakit ini dinamakan Demensia, Apa itu Demensia? Demensia adalah istilah yang digunakan untuk melukiskan gejala-gejala penyakit yang mempengaruhi otak. 

Demensia berarti kekurangan funsi kognitif otak. Biasanya penyakit ini dialami oleh para lansia, namun tidak menutup kemungkinan kalau terjadi pada orang dewasa.

Gejala Demensia, yang paling jelas adalah lupa ingatan, penderita akan lupa siapa dirinya dan apa saja yang baru dilakukan, bahkan melupakan masa lalunya. Gejala yang lain adalah tidak bisa mengendalikan emosi (karena bagian otak pengendali emosi rusak), Masalah dalam berkomunikasi (melupakan kosa kata dan gestur). Titik terparah dari penyakit ini adalah, membuat penderitanya tidak dapat melakukan apapun.

HIV/AIDS, multiple sclerosis, tumor otak, parkinson, dsb, adalah penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan demensia. Penyakit yang paling sering adalah Alzheimer. 

Penyakit ini sejenis penyakit pikun, dengan gejala: Gangguan daya ingat, sulit berkonsentrasi, disorientasi (kebingungan, Kesuiltan visiovisual (sulit membaca, membedakan warna, menuagkan air ke dalam gelas), kesulitan berbicara, memakai sepatu dengan warna berbeda, dll.

Alzeimer bukan hanya penyakit para lansia, akan tetapi bagi siapapun. Penyakit ini tidak mematikan, namun membuat tubuh seakan akan mati, sampai penderita meninggal dunia. 

Faktor penyebab alzheimer adalah tingginya kolesterol dan tekanan darah, atau dari penyakit jantung. Syaraf otak penderita Alzheimer terjadi pengerutan dan dipenuhi dengan gumpalan protein, gumplan tersebut yang dipercaya memengaruhi kimia otak.

Penyakit demensia memiliki tahapan secara progresif. Bagi penderita alzheimer, kerusakan otak akan bertambah parah per 5 tahun. Kemampuan berpikir dan daya ingatnya akan semakin memburuk. 

Belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer, namun ada obat-obat yang berfungsi untuk memperlambat lajunya alzheimer ke tahap yang paling parah.