Minggu, 06 Maret 2016

Apa itu Poliandri?

Apa itu Poliandri?

Pernah mendengar tentang apa itu poliandri? Memang kata yang terkenal adalah poligami. Tapi, bukan berarti kata poliandri ini tak penting untuk diketahui loh. Buat yang belum tahu, Santai saja karena se.amatir.men akan menjawabnya. Malu bertanya hal-hal sepele? Klik aja sepele.

Poliandri berbeda dengan poligami ya. Kalau poligami itu satu suami dengan banyak istri, nah kalau poliandri itu ketika seorang wanita sebagai istri menikahi/memiliki suami lebih dari satu.

Banyak pendapat yang dikemukakan para wanita yang memiliki alasan cerdas dan menjelaskan apa itu poliandri dari segi keuntungannya loh. hhha

Ada yang berpendapat bahwa wanita sudah kondratnya memiliki suami lebih dari satu jika dilihat dari segi seksualitas yang tahan lama dan tidak cepat org*sme seperti pria, oke enought!

Ada juga yang menyatakan lebih merasa aman jika rumah dipenuhi oleh lelaki dan bukan suatu masalah jika seorang anak tidak dapat dideteksi siapa ayahnya, yang terpenting ada sosok lelaki yang menjadi ayahnya entah itu ayah biologisnya atau bukan.

Dan yang lebih cerdas lagi, bahwa si anak akan menjadi pribadi yang berpendidikan dan serba berkecukupan karena ada lebih dari satu orang lelaki yang banting tulang mencari nafkah. Namun itu semua tidaklah lumrah teman-teman, hhha.

Poliandri dipandang lebih merumitkan ketimbang poligami. Mengapa?

Analogi gelas kosong jika wanita adalah gelas kosong dan pria adalah gelas berisi air dengan berbagai warna, lalu gelas berbagai warna itu dituangkan ke gelas kosong dengan warna yang berbeda-beda, maka akan menghasilkan air yang tidak jelas.

Begitulah analoginya, akan sulit menentukan anak siapa yang dilahirkan oleh seorang wanita yang berpoliandri. Kendati demikian, masih ada beberapa suku di dunia yang melakukan praktik poliandri.

Seperti di suku maasai, mereka yang berpindah-pindah masih melakukan poliandri, bahkan sang suami yang lebih dulu menikah diharuskan menyediakan kamar untuk tidur dengan istrinya, lalu anak dari hasil hubungannya diberikan kepada pihak pria.

Di India, entah mengadopsi cerita pewayangan atau tidak. Kisah Drupadi menikahi Pandawa yang lima orang bersaudara dalam kisah Mahabharata, masih dilakukan di Himalaya, India.

Dalam  Agama Islam yang memperbolehkan Poligami, tetap tidak memperbolehkan Poliandri. Bukan Islam tidak adil, namun ada beberapa alasannya. Justru Islam bersikap adil dengan menempatkan wanita tidak diperbolehkan berpoliandri. 

Jika perempuan melakukan poliandri, maka akan menjatuhkan harkat derajatnya. Akan sulit menentukan Ayah dari anak yang dilahirkan lengkap dengan rumitnya pembagian waris.