Rabu, 16 Maret 2016

Apa itu Simpati?

Apa itu Simpati

Jika artikel sebelumnya membahas empati, sekarang kita akan membahas simpati. Apa itu simpati? Bukan, bukan itu, bukan provider selular yang kerap kita gunakan. Simpati sini masih soal perasaan. 

Simpati adlah suatu proses kejiwaan di mana seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap/penampilannya, wibawa atau perbuatannya. Jadi berbeda dengan empati yang lebih kepada momentum atau keadaan seseorang yang memaksa kita untuk menanamkan kepedulian.

Simpati lebih condong kepada suatu keinginan untuk belajar dari pihak tersebut yang dianggap melebihi kita (baik secara jabatan strata ekonomi, dll). 

Biasanya saat kita memiliki rasa simpati kepada suatu orang atau organisasi, kita akan rela berkorban walaupun tidak besar. Akan tetapi kita memiliki kepedulian terhadap hal yang menjadi simpati kita. Simpati terbagi menjadi dua: 1. Simpati searah, 2. Simpati timbal balik.

Simpati searah merupakan simpati yang tidak menghasilkan hubungan kerja sama. Misalnya kalian bersimpati kepada artis, tapi artis tersebut tidak menyadari bahwa kalian bersimpati kepadanya. 

Sedangkan timbal balik, dapat mengahasilkan suatu hubungan missal; kalian adalah pemain basket, lalu bersimpati kepada pelatih kalian, dan begitupun sebaliknya. Maka, akan terjadi timbal balik yang sempurna antara pelatih basket dan pemain basket.

Tapi dengan adanya dua jenis simpatisan tersebut, bukan berarti kita dapat dengan mudah memilih salahsatu dari kedua hal itu. Karena seperti diketahui, rasa simpati berasal dari hati seseorang dan menciptakan magnet saat menghampiri hati kita. 

Kebanyakan rasa simpati ini timbul saat kita bertemu dengan orang yang memang telah lama menjadi kriteria yang kita harapkan. Bisa jadi orang tersebut tidak menyadari sikap, penampilannya, gaya bertuturnya akan membuat kalian simpati.

Demikianlah artikel mengenai apa itu simpati. Yang jelas susah diungkapkan dengan kata-kata,hhe. Eh iya, simpati berbeda dengan jatuh cinta, walaupun dapat memicu terjadinya rasa sayang. 

Bisa saja kita bersimpati karena orang tersebut pintar dan rajin menabung. Rasa simpati ini tidak selalu berakhir dengan keadaan saling mencintai. Tapi, kepada guru, orangtua, saudara, teman, dan bintang film, pun dapat muncul dengan sendirinya.