Minggu, 13 Maret 2016

Hari Kemerdekaan Thailand

Hari Kemerdekaan Thailand

Kita pasti mengetahui negara Thailand, negara tetangga kita. Thailand dimulai dari kerajaan pada tahun 1238, dengan nama kerajaan Thai (Sukhothai). Pada pertengahan abad ke-14 kerajaan ini menjadi Ayutthaya. 

Kebudayaan mereka sangat dipengaruhi kebudayaan Tiongkok dan India. Apakah Thailand mengalami masa penjajahan? Yah, akan tetapi pada abad ke -16 saat Eropa masuk ke Thailand, kerajaan Thai mampu bertahan, sehingga Thailand adalah satu-satunya negara yang tidak dijajah Eropa. Akan tetapi, pernah diduduki oleh tentara Jepang sebagai Teritori.

Negara tanpa dijajahpun tetap ada sebuah revolusi pada tahun 1932, sehingga memulai monarki konstitusional. Thailand dikenal denagn nama Siam, pada mulanya. Sampai akhirnya mengganti nama menjadi Thailand.  Kerajaan Thai pada tahun 1980, mulai bergerak ke arah demokrasi setelah mengalami beberapa kudeta.

Lalu kapan hari kemerderkaan Thailand? Jika memang tidak pernah dijajah siapapun. Negara tanpa dijajah pun masih memiliki perjuangan dan konflik, yang terjadi di Thailand adalah banyaknya kudeta. 6 Oktober 1976, tiga tahun pemerintahan sipil berakhir dengan kudeta militer. 

Pada tahun itu juga terpilihlah Jendral Prem TInsulanonda sebagai perdana menteri. Pada pemerintahan Prem sempat terjadi kudeta militer, namun gagal, terjadi pada tanggal 3 April 1981. Pada tanggal 9 September 1985, pertempuran kudeta selama sepuluh jam. Sampai akhirnya jatuh pada bulan Mei 1995.

Di bulan September 2006, militer Thailand dipegang oleh Jenderal Sondhi Boonyaratkalin, lalu menjalankan kudeta tak berdarah. Perdana menteri saat itu adalah Thaksin Shinawatra. Agustus 2008, demonstran yang dinamakan Aliansi rakyat untuk demokrasi turun ribuan orang, melakukan aksi di luar gedung pemerintahan. 

Aksi ini menurunkan Perdana Menteri Samak Sundarevej. Samak dipaksa mengundurkan diri karena pelanggaran. Pada bulan Oktober, dua orang tewas dan 400 orang terluka akibat pertempuran antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa. Lagi-lagi, pada 25 November pengunjuk rasa meminta perdana menteri baru untuk turun tahta, Somchai.

Februari 2013, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sepakat membicarakan damai dengan pemimpin barisan revolusi nasional, yang notabene adalah salah satu kelompok pemberontak tertua. Jadi, Thailand tidak memiliki hari kemerdekaan Thailand. Ternyata negara yang tidak dijajahpun punya sejarah tersendiri.