Sabtu, 05 Maret 2016

Kepanjangan BPUPKI


Jika kalian adalah seorang yang mengerti sejarah Nasional, tentu kalian tahu BPUPKI. Buat yang belum tahu, santai saja karena se.amatir.men akan menjawabnya. Malu bertanya hal-hal sepele? Klik aja sepele.

Kepanjangan BPUPKI adalah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Kok kemerdekaan Indonesia pake ada yang menyelidiki segala? BPUPKI ini dibentuk oleh Jepun, eh Jepang.

Badan ini dibentuk atas janji Jepang terhadap Indonesia untuk membantu proses kemerdekaan Bangsa ini. Kepanjangan BPUPKI versi jepang adalah Dokuritsu Junbii Chosakai.

Anggota BPUPKI adalah 62 orang yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat, wakil ketuanya seorang Jepang bernama Ichibangase Yosio.

Oke kita lanjutkan kepada tugas BPUPKI, tugasnya adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

Selama BPUPKI berdiri, telah dilakukan dua sidang resmi dan pertemuan-pertemuan yang tidak resmi. Pada 28 Mei 1945 diadakan upacara pelantikan sekaligus pembukaan persidangan BPUPKI yang pertama.

Di selenggarakan di gedung "Chou Sangi In" yang pada masa Belanda bernama "Volksraad" sampai kini berganti nama lagi menjadi "Gedung Pancasila, di jalan Pejambon-Jakarta. Sidang pertama ini membahas rumusan negara Indonesia (bentuk negara, fiolsafah negara, dll).

Sidang yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan membuat negara Indonesia yang benar-benar tepat. Salah satu agendanya adalah mendengarkan pidato dari tokoh pergerakkan nasional Indonesia. Mereka mengajukan pendapat mengenai dasar negara Indonesia.

Yang berpidato adalah Mr. Prof. Mohammad Yamin, Prof. Mr. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Gagasan rumusan lima sila yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno tersebut yang kita kenal dengan nama Pancasila.

Persidangan BPUPKI ini dikenang dengan sebutan detik-detik lahirnya pancasila yang pada tanggal 1 Juni selalu diperingati dengan hari lahirnya Pancasila. Karena sidang pertama belum dianggap melahirkan suatu bentuk negara yang benar-beanr tepat, maka dibentuk Panitia Sembilan.

Tujuannya untuk menggodok hasil sidang pertama. Anggota adalah Ir. Soekarno (ketua), Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua), Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota), Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (anggota), Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota), Abdoel Kahar Moezakir (anggota), Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota), Haji Agus Salim (anggota), Mr. Alexander Andries Maramis (anggota).

Akhirnya Panitia Sembilan melahirkan yang dinamakan Piagam Jakarta. Piagam jakarta adalah Gentlement Agreement, sebuah rancangan asas dan tujuan Indonesia. Dan rancangan tersebut dimatangkan dalam persidangan BPUPKI yang kedua pada 10 juli 1945.

BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 karena tugasnya telah selesai. Akhirnya digantikan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau bahasa Jepangnya: Dokuritsu Junbi Inkai.

Tugas PPKI adalah meresmikan pembukaan serta batang tubuh Undang-undang Dasar 1945 dan melanjutkan hasil kerja BPUPKI, mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada bangsa Indonesia.