Sabtu, 12 Maret 2016

Mengenal Kepanjangan SARA

Kepanjangan SARA

Kalian pasti tidak asing dong mendengar kata SARA? Tahu kepanjangannya? Kepanjangan SARA adalah Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan.

Kata SARA adalah akronim resmi yang ada di KBBI. Kita tentu banyak mendengar kasus-kasus yang menyangkut dengan Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan. Setelah tahu kepanjangan SARA, mari kita bahas kembali empat poin tersebut.

Suku Adalah kelompok sosial yang muncul sebelum berdirinya negara Indonesia. Individunya memiliki pandangan yang sama secara historis dan budaya. Biasanya karena  garis keturunan dan regional (wilayah). Contohnya: Suku Sunda, Suku Batak, dll.

Agama adalah suatu kepercayaan manusia, memilik narasi, sejarah suci, dan simbol. Agama menjelaskan asal usul kehidupan dan menjelaskan makna hidup. Melahirkan sistem budaya dan tatanan aturan bagi kehidupan manusia. Contoh : Islam, Kristen, Buddha, Hindu, dll.

Sedangkan Ras atau Race-dalam bahasa Inggris, adalah siatu ciri manusia, pengelompokan berdasarkan ciri fenotip ( Krakteristik biokimiawi, fisiologi, perilaku dan struktural), geografis, Jasmani, dan sejarah kesukuan. Contoh: Ras Mongoloid, Negroid, Kaukasoid, dll.

Antar golongan sendiri adalah kelompok yang diciptakan oleh manusia tidak selalu dengan sejarah yang panjang, kekeluargaan, atau berdasarkan kesamaan geografis. Contoh : Partai. LSM, dll.

Mengapa SARA cukup menjadi konflik besar yang sering mencuat? SARA sendiri akan positif bila tidak didasari dengan sikap negatif dan sentimentil.

Tindakan SARA adalah cara pandang yang sentimentil yang menyangkut keturunanm agama, bangsa, golongan. Bersifat diskriminasi atau pelecehan.

Yang dimaksud dengan Anti SARA adalah suatu tindakan untuk memerangni masalah SARA dalam segala macam cara atau bentuk. Termasuk sentimentil yang telah ditanamkan sejak dini jika merunut pada sejarah Indonesia yang plural.

Gerakan anti-SARA juga mengikis ketimpangan-ketimpangan yang mengakomodir ketidakadilan sosial dapat terjadi.

SARA adalah penyakit sosial yang sudah berlangsung lama dan tidak dapat sembuh seutuhnya hingga kini, maka gerakan anti SARA menggiring masyarakat untuk memerangi tindakan SARA. Gimana Teman-teman? sudah tahu kepanjangan SARA.

Jadi, jangan mengusik empat poin tersebut untuk kepentingan pribadi atau suatu kelompok sehingga mengharuskan mendiskriminasi/melecehkan Suku lain, Agama lain, Ras lain, dan Golongan lain.