Selasa, 17 Mei 2016

Apa itu Kompetensi?

Apa itu Kompetensi?

Salam untukmu, Sobat. Aku punya info yang menarik nih. Hasil belanjaanku, ketika aku sedang jalan – jalan di sekolah. Ya emang sih sekolah, itu bukan tempat belanja, seperti mall, pasar, atau swalayan. Tapi dari sana, aku tadi memperoleh sesuatu yang sangat berharga. Bahkan, membuatku terus terngiang – ngiang, sampai meriang. Heee.

“Apa itu kompetensi?”, itu lah pertanyaan yang muncul dalam otak mungilku. Ketika sedang membaca buku anak – anak yang tertinggal di meja guru. Bayangkan, buku saja bisa tertinggal di meja guru, hebat ya anak sekarang. Berani meninggalkan buku di meja guru. Eh, eh, tunggu dulu, usut pusut usut, ternyata bukan tertinggal di meja guru, sobat. Tapi buku itu sedang dikumpulkan di meja guru, karena mereka habis mengerjakan tugas.

Okay, kembali ke permasalahan “Apa itu kompetensi?”. Berdasarkan sayembara yang aku lakukan di siang bolong tadi. Muncullah sosok pengertian dari “Apa itu kompetensi?”.

Kompetensi adalah...
Menurut simbah, kompetensi itu merupakan seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dicapai oleh siswa. Sebenarnya sih yang dijadikan kompetensi, bukan hanya siswa saja, guru pun juga diminta agar memiliki kompetensi yang memadai, tapi gimana lagi ya.

Enaknya, aku bahas untuk siswa aja ya. Kan aku juga seorang siswa yang harus belajar agar memiliki kompetensi. Jadi ceritanya, nasibnya sama – sama siswa gitu. Biar adillah dan tidak sok – sok an.

Okay, serius. Tadi kan udah diberitahu simbahnya ya, kalau kompetensi itu seperangkat. Seperangkat apa? Yang pastinya bukan alat sholat sih, karena ini tidak membahas tentang pernikahan. Ini seperangkat tentang pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Jadi siswa pada saat ini, dituntut bukan hanya pintar, memiliki atau menguasai banyak pengetahuan saja. Melainkan juga harus mempunyai sikap yang baik, misalkan rendah hati, bijaksana, dan lain – lain. Agar, nantinya perilaku yang dihasilkan itu patut diacungi jempol. Begitu, Sobat.

Menarik bukan, si kompetensi ini. Semua ranah dimasak jadi satu, agar ada dalam diri siswa.