Kamis, 05 Mei 2016

Siapa Penemu Huruf Braille?

Braille

Memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan tentu adalah hal yang sangat tidak mengenakkan bagi siapa pun. Sudah pasti, menjadi orang yang tidak bisa melihat atau buta atau tuna netra adalah hal yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Tanpa indra penglihatan, kita tidak bisa menikmati indahnya dunia yang telah dicinptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ini.

Tapi, jikalau ternyata kita, atau keluarga kita, ada yang kurang beruntung dan tidak bisa menikmati indahnya dunia karena buta, tentu kita tetap harus berbesar hati menerimanya. Mengumpat akan suatu musibah seperti ini jelas tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif bukan?

Beruntungnya, ada banyak orang tuna netra yang kurang beruntung ini memiliki jiwa yang cukup besar untuk menerima keterbatasan mereka. Alih -alih mengumpat, mereka malah belajar banyak hal untuk bisa menikmati dunia dengan cara yang lain. Dan syukurlah ada tulisan khusus yang bisa membantu para tuna netra ini untuk belajar membaca.

Apa itu Braille?
Tahu apa tulisan untuk orang buta? Ya, huruf Braille. Braille adalah tulisan yang dibuat secara khusus dengan bentuk timbul, sehingga dapat dibaca oleh orang dengan keterbatasan pada indra penglihatan. Huruf ini dibaca dengan cara diraba menggunakan tangan.

Siapa penemu Braille?
Nah, siapa sih orang yang begitu berjasa dengan penemuan huruf Braille ini? Seperti namanya, dia adalah Louis Braille. Louis Braille, sang penemu huruf Braille ini juga merupakan seorang tuna netra yang kehilangan penglihatannya ketika ia masih anak -anak.

Momentum penemuan huruf Braille ini terjadi ketika ia sedang mengerjakan tugasnya dengan menggunakan lembaran kulit dan jarum penusuk milik sang ayah. Kemudian, ia pun mendapatkan ide untuk membuat sistem penulisan menggunakan kulit dan jarum penusuk seperti ini.

Dengan menggunakan jarum, Braille dapat membuat lubang di kulit. Ia tahu bahwa jika jarum tersebut tidak sampai menembus kulit, maka ia dapat membuat benjolan -benjolan di sisi bawah kulit. Dengan huruf -huruf yang timbul ini, maka orang buta dapat meraba benjolan tersebut dan merasakannya. Dengan cara inilah, orang -orang yang tidak bisa melihat, jadi bisa membaca.

Sejak idenya ini, Braille sungguh memusatkan penuh perhatiannya untuk mengembangkan sistem enam titik yang dapat digunakan untuk membuat surat. Ow ya, sistem Braille ini secara serius dikembangkan sejak tahun 1824 ya. Hmm, hebat ya?

Terima kasih sekali untuk Louis Braille yang telah membuat huruf yang begitu bermanfaat untuk orang -orang tuna netra lainnya.