Jumat, 20 Mei 2016

Tuna Karya ialah...

Tuna Karya

Langit yang mendung mengingatkanku pada suatu derita. Derita tentang seorang pemuda yang kehilangan pekerjaan. Pekerjaan yang selalu diidam – idamkannya, kini telah hilang dari hadapannya. Itu karena brosur tentang lowongan pekerjaan itu telah hilang disapu angin.Hmm..angin saja bisa menyapu? Kamu kapan? Ladalah.

Ceritanya nih aku sedang bikin puisi tentang tuna karya. Hanya saja aku tidak sanggup melanjutkannya. Gimana mau melanjutkan, kalau aku tidak memberi tahu kamu tentang “tuna karya ialah...”. Aku beri tahu dulu tentang itu. Ya sapa tahu, setelah itu akan menginspirasimu untuk membuat puisi. Ok next.

Tuna karya ialah...
Sob, konon menurut cerita yang sudah tercipta pada zaman dahulu sebelum kita lahir. Orang yang tidak punya pekerjaan itu dinamakan tuna karya hlo. Mengapa demikian? Karena mereka tidak punya pekerjaan, akhirnya cuma menganggur di rumah.

Mungkin saja mereka sebenarnya pernah mencari kerja, hanya saja belum dipanggil oleh pekerjaan yang mereka lamar. Atau mungkin mereka pernah bekerja, tapi karena PHK, akhirnya mereka dikeluarkan dari pekerjaannya. Pernahkan pada tahun berapa gitu, ada PHK besar – besar, melahirkan pengangguran, bukan melahirkan karya yang melegenda.

Selain PHK, bisa juga karena jumlah lapangan pekerjaan itu sebanding dengan jumlah pencari kerja. Coba dah dipikirkan kembali, ada lowongan pekerjaan untuk menjadi tenaga medis, yang dibutuhkan 2 orang, tapi yang melamar bisa 35 orang. Sungguh tidak bisa dibayangkan. Yang diloloskan cuma dua orang, sisanya cuma bisa gigit jari.

Miris sih, melihat lapangan pekerjaan yang sedikit, sedangkan yang membutuhkan pekerjaan bisa beribu – ribu orang (Alay dikit lah). Akhirnya mereka tidak bisa menghasilkan suatu karya yang mungkin bisa digunakan oleh orang lain. Karena mereka tidak bisa menghasilkan karya, sehingga menjadi seorang pengangguran, maka muncullah kata tuna karya.

Jadi, kalau kamu melihat orang yang tidak bekerja. Katakanlah dia seorang tuna karya. Ya setidaknya kata itu lebih baik bukan...