Sabtu, 11 Juni 2016

Ibu Kota Vietnam

Ibu Kota Vietnam

Teman, sini aku beri tahu. Aku ingin menjadi duta negara Indonesia untuk perwakilan di ASEAN. Kan keren tuh, kalau aku jadi duta negara Indonesia di ASEAN. Coba saja bayangkan, semua orang akan mengenal namaku, sebagai seorang duta negara. Mereka akan menghormatiku dan mengagumiku.

Namun, sayangnya aku belum menguasai benar tentang negara – negara di ASEAN. Bahkan, aku sering lupa tentang ibu kota Vietnam. Hmm..bakalan memalukan deh kalau misalkan ada seleksi duta bangsa, terus pertanyaannya tentang wawasan umum. Wawasan itu berhubungan dengan “ibu kota Vietnam”.

Sedangkan, aku masih sering mengalami amnesia untuk “ibu kota Vietnam”. Kan, tidak asyik sekali itu. Jadi, aku mulai sekarang harus mengingat – ingat terus tentang “Ibu kota Vietnam”. Di setiap sudut ruanganku, selalu aku tuliskan

IBU KOTA VIETNAM  ADALAH HANOI

Betapa aku sangat berharap sekali, menjadi duta negara. Sampai akhirnya aku tuliskan di setiap sudut – sudut di kamarku. Semuanya hanya demi kamu! Duta negara.

Sebenarnya kalau diperhatikan lagi, kata Hanoi itu tidak jauh beda dengan kata madu dalam bahasa inggris, yaitu Honey. Yah, walaupun beda – beda tipis gitu. Tapi bisa mempermudah ingatanku kok.

Coba saja diperhatikan. Setiap kali lihat madu. Aku selalu ingat honey. Nah, ketika ingat honey, aku jadi ingat Hanoi. Ketika aku ingat Hanoi, aku jadi ingat Ibu Kota Vietnam.

Simpel kan, untuk mengingatnya. Tapi lihat proses untuk mengingatnya bro. Tidak pendek, tapi panjang. Tapi itu bukan persoalan. Karena aku harus mencari cara untuk mengingatnya. Kalau tidak begitu, aku akan amnesia terus. Terus kapan aku jadi duta bro? Makanya, cara itu aku tempuh, bukan bermaksud lain sih. Aku cuma ingin membantu diriku untuk mengingat.

Mendengar ceritaku tentang asal usul mengingat ibu kota Vietnam. Apakah kamu sudah paham?