Sabtu, 15 Oktober 2016

Apa Kepanjangan DAU?


Kalau berbicara soal dana alias anggaran alias uang negara, kita akan sering mendengar istilah DAU loh. Iya, DAU. Sudah tahu apa itu DAU dan apa kepanjangan DAU? Belum tahu? Haduh, para politikus, para pelajar dan seluruh warga negara Indonesia yang baik harusnya tahu nih apa itu DAU.

Tapi bagi yang belum tahu kepanjangan DAU, tak masalah. Tengokin dulu di sepele2.blogspot.com ya. Ada penjelasan sepele tapi rinci mengenai DAU nih. Simak ya.

Apa itu DAU?
Jadi, kepanjangan dari DAU adalah Dana Alokasi Umum. Maksud dari Dana Alokasi Umum ini adalah uang yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah, digunakan untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. 

Nah, sederhananya nih, DAU itu adalah dana umum yang diatur dan dikelola oleh pemerintahan pusat alias nasional yah. Tapi, dana ini diberikan kepada daerah -daerah. Nominal tiap daerahnya bisa berbeda -beda. 

Yang jelas, tujuan dari pemberian dana alokasi umum ini adalah agar setiap daerah mampu mendanai kegiatan di daerahnya. Sebab, setiap daerah pada dasarnya mempunyai sumber dan jumlah pendapatan daerah yang berbeda. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Jadi, perlu diratakan sesuai dengan kebutuhan daerah masing -masing.

Peraturan Perundangan Terkait DAU
Menurut Keputusan Presiden No. 109/ 2003 Pasal 1 (1), Dana Alokasi Umum ini terdiri dari dua macam, yakni : 
1. Dana Alokasi Umum untuk daerah provinsi
2. Dana Alokasi Umum untuk daerah kabupatan / kota.

Menurut Keputusan Presiden No. 109/ 2003 Pasal 5, penggunaan Dana Alokasi Umum ini dietapkan oleh daerah sendiri, dengan disesuaikan terhadap prioritas kebutuhan daerah dalam rangka peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat sesuak dengan tujuan pemberian otonomi kepada daerah.

Untuk proporsi DAU antara daerah provinsi dan kabupaten/ kota, ditetapkan berdasarkan imbangan kewenangan antara provinsi dan kabupaten / kota. Ketentuan ini sesuai dengan UU No. 33/ 2004 Pasal 29 loh ya.

Sedangkan dalam UU yang sama pula, di pasal 34, pemerintah juga merumuskan formula dan penghitungan DAU dengan memperhatikan pertimbangan dewan yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan otonomi daerah.

Untuk jumlah keseluruhan DAu yang ditetapkan, sekurang -kurangnya adalah 26 % (dua puluh enam persen) dari pendapatan dalam negeri neto ang ditetapkan dalam APBN. Ketentuan yang ini sesuai dengan UU yang masih sama, yakni UU No. 33/ 2004 Pasal 27 (1) ya.

Okay, jadi, seperti itulah keterangan mengenai DAU alias Dana Alokasi Khusus ini. Sudah jelas ya?