Minggu, 13 November 2016

Apa Arti Peribahasa Bagai Air di Daun Talas?

[P1070977.JPG]

Peribahasa adalah hal yang menarik untuk dipelajari. Bagaimana tidak? Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, suatu kalimat peribahasa bisa mengandung makna yang unik dan seringkali berisi hal - hal yang bijak untuk dipelajari.

Ada banyak peribahasa dalam bahasa Indonesia yang biasa dikenal. Nah, salah satu peribahasa populer yang sering dipakai adalah peribahasa bagai air di daun talas. Sudah pernah mendengar tentang peribahasa yang satu ini? Peribahasa ini terbilang cukup populer dan menarik loh.

Apa sih arti peribahasa bagai air di daun talas?

Sudah tahu apa itu daun talas? Ya, daun talas memiliki ciri khas tersendiri dengan warnanya yang hijau, bentuknya yang agak membulat seperti bentuk love, dengan ukuran lembaran daun yang lumayan besar.

Satu ciri khas unik dari daun talas adalah sifatnya ketika terkena air. Ketika terkena air, atau ditumpahi dengan air, daun talas ini tidak akan basah. Jadi, air yang mengenainya akan langsung melewati daun tanpa membasahi daun. Jadi, meski daun talas ini dibasahi, ia tak akan basah atau pun meninggalkan jejak -jejak basah seperti di daun -daun lain pada umumnya.

Nah, karena ciri khasnya inilah, muncul peribahasa “bagai air di daun talas” yang artinya orang yang tidak punya pendirian. Ia akan sangat mudah berubah dan tidak bisa memegang teguh pendirian atau suatu hal. Tidak ada bekas -bekas atau jejak tertentu dari apa yang ia katakan. Ia bisa mengubah pendiriannya akan sesuatu, kapan saja tanpa bekas atau tanpa pikir panjang.

Jadi, peribahasa ini digunakan untuk menyebut orang yang kata -katanya sungguh tidak bisa dipegang. Kenapa? Ini karena meski pun ia sudah berkata suatu hal, kata -kata itu bisa dengan mudah ditariknya tanpa ada rasa ragu.

Peribahasa lain yang serupa

Peribahasa bagai air di daun talas ini juga terkadang disebut “ibarat air di daun keladi”. Kedua peribahasa ini memiliki makna yang pada dasarnya sama. Lagi pula, daun talas dan daun keladi adalah nama alias atau nama lain, sehingga yang dimaksud dari kedua peribahasa ini sama saja artinya.


Ya, jika kamu adalah penyuka lagu -lagu klasik atau tembang kenangan, kamu mungkin pernah mendengar lirik lagu yang menggunakan peribahasa ini. Kira -kira, seperti ini liriknya “Ibarat air di daun keladi. Walaupun teregenang tetapi tak meninggalkan bekas. Pabila tersentuh, dahannya pun bergoyang, air pun tertumpah tercurah habis, tak tinggal lagi …”